Rabu, 30 September 2015




(CREDIT OF THE PHOTO : IN THE PICTURE)

IDEALISM TO BE FAITHFUL
Kepercayaan dalam diri seseorang dibangun dalam beberapa tipe, bisa kikepercayaan pada sebuah ajaran atau kepercayaan pada diri sendiri dan yang paling mengenaskan dan patut mendapat perhatian adalah orang-orang yang tidak lagi dapat mempercayai apapun dan benar-benar hidup dalam kehampaan. Pertanyaannya disini, apakah mereka orang-orang yang tidak pernah diajarkan untuk percaya ? atau tidak tau bagaimana membangun kepercayaan atas sesuatu yang membuatnya berkomitmen menjalani hidup , sekarang posisikan diri anda, adakah tipe-tipe kepercayaan secara general seperti yang menggambarkan diri anda ?

Buat kamu yang punya idealisme dan sedang berusaha mewujudkannya
Kepercayaan, membangun sebuah konsep berpikir yang menjadikan patokan bagi diri seseorang baik untuk dirinya sendiri ataupun bagi orang lain untuk dapat mengukur sejauh mana kemanusiaan bagi dirinya dan bagi orang lain untuk memanusiakannya. Konsep tersebut bernama Idealisme (my perspective).
Idealism menjadi suatu indikator keberhasilan seseorang untuk meraih identitas dimanusiakan manusia lain. Indikator yang berisihi perlikau,perkataan,pola pikir,keharusan,aturan,hukuman,norma,dll sebagainya sesuai angka tertinggi dari semua aspek tersebut setelah konstruksi dari kepercayaannya. Maka dari pada itu seseorang yang mebangun idealism bagi dirinya berarti dia orang yang menghargai hidup, dirinya sendiri serta membuat manusia lain belajar dari kehidupannya juga, dengan begitu wujud nyata manusia bukan sekedar penyesak bumi atau peningkat angka statistik penduduk tapi mampu menjadi Nilai atau MVP (most valuable Player) dalam permainan yang dijalaninnya selama dia bernapas.
saya sebagai seorang perempuan Kristen Protestan akan menjaga kesucian tubuh ini hingga pernikahan kudus nanti sebagai seorang perempuan dari keluarga Kristen Protestan , idelism itu mungkin menjadi salah satu daftarnya. Lalu bagimana kenyataannya ? atau dapat diistilahkan Relisasi nya ? akankah memberi nilai positif pada integritynya atau kah sebaliknya ? kembali lagi kepada kepercayaan tertinggi yang ada didalamnya, idelisme dibangun sebagai suatu wujud keputusan yang seharusnya mutlak bagi seseorang dalam menjalani hidupnya, ketika pengambilan keputusan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab untuk menjalankannya dalam dunia nyata, sehingga harus benar-benar matang pengkajiannya dengan nilai-nilai yang dipegang dalam kepercayaannya.
Berpegang teguh pada kepercayaan bahwa diri kita bukanlah yang intinya namun terdapat suatu kuasa tertinggi diatas diri kita yang menjadi penopang utama idelisme kita yaitu kepercayaan akan pencipta yang menganugrahkan dunia Iini menjadi resep ajaib untuk menjalankan konsep diatas, agar tanggung jawab benar-benar hadir dan bukan hanya imaginasi atau omongan belaka.  
Jadi apakah kamu siap menjadi seorang High-Ideal ? atau kamu hanya akan terperangkap dalam kenyataan yang dibangun dalam dunia kamu and let them control u ? harusnya tidak jika kamu menghargai hidup kamu.
Semua hal yang dilakukan pasti ada resikonya, lalu ?
Dampak dari idelisme yang kamu bagun dalam pikiran kamu, mempengaruhi realitas yang ada setelah idealism mu dibagun. Keteguhan Komitmen pada kepercayaanmu dan Hubungan dengan lingkungan serta diri kamu sendiri akan melalui masa kritis *akankah dianggap menjadi Noise atau Motivasi?* ketika  realitas membantah idelisme mu. Lalu kesimpulannya ketika masuk dalam masa kritis atau lebih menyeramkannya masa Koma, apakah kamu akan mati dan menyerah or alive and find your self again ?
Seperti diparagraf pengantar tadi, ada satu tipe manusia dalam membangun kepercayaannnya yaitu mereka yang pasrah pada kenyataan dan tidak lagi mempercayai siapapun bahkan dirinya sendiri, orang-orang seperti ini pada umumnya orang-orang yang terlalu sebelumnya dan ketika memasuki critical moment diatas, mereka menyerah dan mati namun tetap memaksa hidup dalam dunia ini dengan melihat dirinya sebagai seorang yang kecil dan melihat manusia lain layaknya raksasa yang siap mengahncurkan dunianya.
Jangan cuman belajar memanusiakan orang lain, semua itu akan Bullsh*t kalau kamu tidak dapat memanusiakan diri kamu sendiri. Pada hakekatnya seorang manusia membutuhkan nafas kehidupan untuk diakui menjadi manusia,so ? seperti yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya, harusnya kamu tidak membiarkan dunia ini mengontrol kamu kalau kamu mengahargai hidup ini, in the end, Get Your life ! and find your self again !!! Go Get yours Thinkers, Cause I’m getting mine. 
#FairForPeace Not #PeaceAndNotFair #TruePeace #TrueLove #RealFreedom #ImagineIt 
-G-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar