Senin, 08 Februari 2016




 
photo credit to : pinterest.com
Not The Light but The Darkness of Hope
A
ku berjalan dalam kegelapan, berusaha mencari sedikit cahaya setidaknya hanya untuk menunjukan tanda aku masih dapat hidup di dunia ini. Namun, cahaya yang datang membuat kegelapan ini menjadi remang, membuat aku bertanya lebih jauh lagi, namanya juga manusia, hidup dalam rasa penasaran dan ketidakpuasan, sebelumnya aku meminta sedikit cahaya agar dapat menunjukan sesuatu yang dapat aku sebut “harapan” namun sekarang semakin setiap satu angka bertambah dalam usia kegelapan ku cahaya yang perlahan masuk dalam ruang gelap ku mulai memunculkan pertanyaan lain yang aku maksudkan diatas, “apakah cahaya ini menuntunku ke jalanku ataukah cahaya ini justru menunjukan aku bahwa aku harus mencari jalan lain atau dengan kata lain aku harus berubah ?” hingga saat ini menurutku cahaya itu merupakan cahaya yang menuntunku ke arah yang aku harapkan akan seperti apa seorang “Grace” kedepannya.
Kepala ini terus berpikir dan berpikir tanpa henti, apapun yang menyentuh aku akan masuk dalam pikiran ku, salah satu teman pernah memanggil ku “thinker” lalu apakah aku salah dengan pribadi tersebut ? seakan dunia inii tidak mampu menampung setiap pertanyaan yang keluar dari kepalaku, mereka menjauh entah karena mereka membenci pertanyaan yang keluar dari kepala ini atau mereka takut mennghadapi kenyataan dari hasil jawaban pertanyaan yang keluar dari kepala ku, terkadang aku merasa pikiran ku begitu rumit dan memberatkan hidup ini, disisi lain aku berpikir juga apakah ada perempuan lain di luar sana yang berpikir seperti aku, disaat semua orang tertawa melihat aku berjalan dalam kegelapan namun aku tetap berjalan dan meraba-raba, apakah ini salah ? apakah salah untuk mempertanyakan mengapa segala sesuatu terjadi dalam hidup ini ? mengapa pikirn ini mudah sekali bertanya ? apakah semuanya akan selesai dengan hanya bertanya ? kemana pertanyaan-pertanyaan ini akan membawa ku ? aku mulai lagi bertanya banyak.
Dunia mengalami krisis, banyak jiwa menangis kela[aran, ingin ku memberikan mereka sedikit harapan yang aku punya,factor keserakahan dan perkembangan pesat teknologi dengan ketidak sigapan SDM saat ini menghadapi perkembangan ini membuat semuanya terasa salah, aku juga tidak mengerti mengapa aku berpikir untuk dunia sebesar ini , sedangkan keberadaan ku haya bagaikan satu butir pasir di padang gurun, apa arti ku bagi dunia ini sehingga aku memasukannya dalam daftar “sesuatu yang harus kupikirkan ?”, jaminan bahwa dengan memikirkan dunia ini aku akan menemukan cahaya kebenaranku saja tidak ku dapatkan, masih berjalan dalam kegelapan.
Sampai kapan kegelapan ini terus memenuhi ku ?. aku ingin menjadi perempuan hebat yang memiliki usaha hidup sendiri, hidup dengan bebas atau bisa dibilang “a girl living in Freedom World”,hidup non-conformise, hidup dengan selalu percaya pada Tuhan Yesus ,seorang perempuan yang memperjuangkan perdamaian meskipun orang berkata itu mustahil, memiliki pengetahuan seluas oksigen beredar didunia ini, memiliki hati melayani sebesar hati Bapa agar mampu menjadi berkat bagi yang makhluk ciptaan-Nya yang lain, sehingga keberadaan ku di dunia ini bukan hanya sebutir pasir yang saat ditiup angina dan menghilang tidak akan berarti apa-apa untuk padang gurun tersebut, aku ingin menjadi seorang ibu, sosok yang sangat berarti, sosok yang melewati kesakitan dan rela mempertaruhkan hidupnya untuk memberikan satu kehidupan baru bagi anaknya, sebegitu besarkah pengorbanan yang harus aku berikan untuk mencapai sosok bukan wanita tapi perempuan yang aku inginkan.
Dalam pikiran ku dan yang aku yakini,dalam lirik lagu juga serinag berkata “kita tidak kaya namun kita ini sangat berharga” namun dunia menunjukan kenyataan menakutkan yang mengatakan uang adalah segalanya, lalu apa artinya kalimat yang menjadi harapanku tadi ?, aku akan terus menjelajahi dunia ini hingga aku menemukan jawaban atas pertanyaanku diatas tadi, apakah uang adalah segalanya ? apakah aku masih dapat terus memegang kelaimat harapanku tadi ?, aku yakin dan percaya Bapa di Sorga menjadikanku seorang “thinker” bukan karena sengaja, rencanya tidak ada yang dilepasnya begitu saja, dia betanggung jawab penuh dan selalu menunjakn keindahan disetiap rencananya, aku yakin semua pertanyaan-pertanyaan ku saat ini, kegelapan ku saat ini dan sebongkah cahaya yang menuntunku saat ini merupakan cahaya pengharapan yang dibangun dari iman ku kepada-Nya, sulit menunjukan semua ini dalam kenyataan, kenyataan yang ada justru memaksa ku meninggalkan harapan itu, namun aku tetap percaya dan menanti hasil atau jawaban dari semua pertanyaan yang ada di kepalaku saat ini dan mari kita nantikan akan jadi apa seorang grace yang sudah menemukan berjuta bahkan berlaksa bingkah cahaya nanti ? aku juga meyakini bahwa kegelapan akan tetap ada dalam hidup ku, karena aku tidak akan pernah melihat cahaya yang aku percaya sebagai harapan disaat tidak ada kegelapan, sebaliknya karena adanya kegelapan aku mampu melihat harapan dalam hidup ini. Jadi kepala ini tidak akan pernah berhenti bertanya namun perlahan satu persatu pertanyaan akan dijawab dan akan aku temukan siapa Grace sebenarnya dan siapa sosok perempuan yang terbentuk dalam hidup seorang grace J
-Peace in the heart-
-G-
(Monday, December 28th, 2015
3:00 am)

1 komentar:

  1. dalam skali, grace... :)

    perkembangan ilmu pengetahuan saat ini memang, manaruh kecurigaan dan pesimisme bagi manusia....
    dibandingkan manfaat yang sudah diberikan, tidak bisa di pungkiri bahwa kerusakan baik materil maupun idea yang diakibatkan olehnya bagi manusia sangatlah besar, kita hadir dalam alam yang bersifat dinamis, dengan segala perkembangan yang terjadi, sangatlah di tuntut untuk terus berpikir, "menjadi thinker" bukan karena kita "dibentuk" namun sudah seharusnya kita menjadi thinker, sebab menjadi thinker adalah memanusia.

    plato mulai berfilsafat dengan mempertanyakan segala sesuatu, bertanya?. "Mengapa?". Terslah bertanya dan menjadi "thinker", degan begitu kita sedang memanusia.

    http://sinceritypress.esy.es/
    https://note4friends.wordpress.com/

    BalasHapus